Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

PEMENJARAAN NAFSU

0 komentar


Oleh: Radhi Radliyuddin
Perilaku kehidupan dari segala macam bentuk anarkisme, seks, kriminal, dan lain sebagainya adalah wujud konkret yang serta merta bisa menghancurkan nilai-nilai etis manusia. Keadaan yang kian bergerak ke arah "Penghancuran diri sendiri" semakin jelas. Tindakan-tindakan manusia menjadi sebuah menu wajib informasi setiap hari. Di lain hal, perilaku alam yang semakin lincah terus memporakporandakan tempat kehidupan manusia, bencana merajalela tanpa mengenal siapa dan kepada siapa.
Kejadian semacam itu, memang tidak bisa dipungkiri lagi oleh siapa pun. Namun bagaimanapun fakta normatif selalu ada. Bahwa manusia adalah makhluk Allah Swt. yang butuh pembuktian. Siklus waktu telah mengundang dan mengajak kita pada perwujudan bagaimana wahana spiritual paling berharga bagi setiap muslim dapat melakukan pembongkaran atas penjara-penjara nafsu yang mengungkung dirinya menuju manusia yang tercerahkan dalam kesejatian diri untuk mengalahkan dominasi nafsu keduniaan yang secara representatif (gambaran) dilambangkan dalam aktivitas sehari-hari, semisal makan, minum, melihat, ucapan, dan pemenuhan nafsu biologis, adalah merupakan suatu proses jihad yang akbar.
Perjuangan besar muslim untuk bertempur melawan nafsu yang bercokol dalam dirinya akan terus tercampuri oleh sikap normatif (umum) yang dapat digambarkan pada seekor kuda. Jangan terlalu dikekang, jangan pula dilepaskan. Nafsu hanya perlu dikendalikan dengan dorongan keimanan yang kuat. Dengan begitu akan lebih leluasa untuk melatih kembali 'kuda' nafsu kita, sehingga bergerak harmonis sesuai dengan qudrah- iradah Allah SWT.
Kini, ketika dunia keislaman tercabik-cabik oleh mega proyek rehumanisasi (ketidak harmonisan) global, terlebih lagi dalam beberapa kasus yang belum lama ini terjadi, seluruh umat Islam telah menjadi korbannya. Langsung atau tidak langsung telah terjadi skenario atau rekayasa global penjerumusan umat muslim dari moral keimanan.
Menyikapi kedaan demikian itu, selayaknya umat Islam dapat menjadikan insitusi kepekaannya, sebagai upaya melakukan rehumanisasi kehidupan dari hiruk pikuk modernitas. Yakni, bagaimana mengembahkan jati diri manusia modern menuju watak dasar dirinya (fitrah) sebagai insan kamil, insan yang mengenali kesejahteraan dirinya tanpa terpancing dari penyudutan rumor yang ada. Mengenali Tuhan yangmenciptakannya, memahami semesta alam tempat dirinya bergumul dalam tata kehidupannya merupakan pemecahan jalan terbaik.
Entrypoint melakukan rehumanisasi inilah bisa dimulai dari diri seorang muslim, baik secara individual ataupun kolektif. Sehingga terjadi proses transformasi (kemurnian), dalam berbagai dimensi kehidupan, sebagai upaya untuk melakukan harmoni kemanusiaan. Maka dengan sendirinya pemenuhan nafsu dapat terkendali.
Tidakm munutup kemungkinan pemaknaan dan pengekangan nafsu dalam proses rehumanisasi ini akan terwujud ketakwaan yang harmoni terhadap manusia. Dengan begitu, bisa dijadikan wahana bagi usaha membangun solidaritas kemanusiaan yang harmoni dan damai tanpa ada sekat-sekat yang dapat meruntuhkan persaudaraan serta hubungan seorang insan dihadapan Tuhannya.
Manusia adalah makhluk Allah SWT. yang paling mulia, juga sarat kontradiksi dalam dirinya, ketimbang makhluk Allah yang lain. Sebab, dalam diri seorang manusia terdapat dua 'kutub' yang saling berlawanan, yakni 'kutub' suci dan 'kutub' kehinaan. Alquran menunjuk dua 'kutub' itu dalam potensi 'futur' yang cenderung pada kejahatan, atau potensi takwa yang cenderung pada kebaikan dan kesucian (QS. As Syams: 7-8)
'Kutub' kesucian secara historis dilambangkan oleh kehadiran Habil, putra Adam yang kemudian menjadi korban 'kutub' kehinaan yang dilambangkan oleh saudaranya, Qabil dan generasi Qabil lainnya. Sedangkan pada 'kutub' kehinaan, manusia secara destruktif memiliki naluri untuk menumpahkan darah, permusuhan, dan anarkisme.
Nafsu merebut, memburu, merampas, serta membunuh. Belakangan ternyata bukan sekedar usaha bertahan dan menjadi pemenang dalam persaingan hidup dari semua kepuasan dirinya, sehingga manusia tidak akan pernah berhenti saling berebut sampai ajal memisahkan dirinya. (QS. At-Takasur i 1-2)
Karena itu, manusia berada di antara empat penjara yang mengungkung dirinya, yakni alam, sejarah, masyarakat, dan egonya. Dan perjuangan melawan ego inilah yang paling berat dalam perjuangan seorang anak manusia. Manusia memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dari kungkungan alam, sejarah, dan masyarakat. Namun, acap kali gagal dalam menaklukan dirinya sendiri. Akibatnya, timbul malapetaka kemanusiaan, di mana manusia modern sebagai generasi selanjutnya kini berada dalam situasi penindasan, pemusnahan, dan menjadi korban tangannya sendiri. Sebaliknya, kemampuan untuk memerangi egonya, yang berarti mampu meredam potensi kesucian yang terpendam dalam dirinya, dia adalah manusia dalam wujud sebagai insan.
Sedangkan secara ekstrinsik (keunsuran), harmoni manusia dapat diaktualisasikan oleh muslim yang mampu mengendalikan hawa nafsu dalam wujud keshalihan sosial dari hubungan kemasyarakatan di berbagai aspek kehidupan. Sikap toleran, welas-asih, empati, senasib sepenanggungan, pemaaf, suka damai, dan adil, merupakan wujud dari makna fungsional pengekangan nafsu dalam kehidupan bermuamalah (sosialisasi).
Maka hubungan sosial yang kebablasan itu, telah masuk dalam koridor pengadatan sikap dalam diri seorang manusia dan tidak menutup kemungkinan kebejatan moral akan terpampang, sehingga tidak akan ada pengendali yang bisa mengerem laju keinginan diantar manusia.
Jika pemenjaran nafsu ini menjadi sebuah suplemen hidup seorang manusia, maka dalam diri seorang insan benar-benar telah terpancar media vertikal antara sang abid & Sang Khaliq, Allah SWT. melalui pembuktian perubahan hidup.
Sumber: PP Lirboyo

Selengkapnya »

3 KEBUTUHAN POKOK MASA PERTUMBUHAN

0 komentar


Jakarta, Masa pertumbuhan yang dimulai sejak anak-anak hingga remaja adalah masa yang sangat penting dalam membentuk karatker anak yang berkualitas. Menurut pakar tumbuh kembang, ada 3 kebutuhan pokok yang harus dipenuhi agar anak bisa tumbuh optimal pada masa-masa paling menentukan ini.


Kebutuhan pokok yang pertama adalah pertumbuhan fisik yang baik, antara lain dengan pemberian nutrisi seimbang. Dimulai dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama 6 bulan pertama sejak anak dilahirkan, lalu dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai dengan periode tumbuh kembang.

Setelah kebutuhan pokok yang pertama yakni pertumbuhan fisik terpenuhi, kebutuhan pokok berikutnya adalah kasih sayang. Sejak dalam kandungan hingga usia 2-3 tahun, kasih sayang orangtua akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak.

"Nutrisi itu kalau di komputer hanya membentuk hardware saja, isinya atau softwarenya harus dibentuk dengan kasih sayang," kata Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi, pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam media gathering jelang Konferensi Keluarga Cerdas Frisian Flag di Kemayoran, Jumat (1/6/2012).

Terakhir, kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam masa pertumbuhan anak adalah stimulasi. Kreativitas dan kecerdasan yang bagus hanya bisa diperoleh anak-anak dengan adanya stimulasi dari orang-orang di lingkungan sekitar, sehingga orangtua berkeajiban membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Khusus untuk kebutuhan anak akan stimulasi, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Ir Musliar Kasim, MS mengingatkan agar anak tidak terlalu dipaksa untuk belajar. Saat ini, sekolah-sekolah dasar, bahkan sekolah favorit sekalipun sudah dilarang keras untuk mensyaratkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi calon peserta didiknya.

"Kalau ternyata anaknya sudah bisa baca tulis dan berhitung sebelum masuk sekolah, ya tidak masalah. Tapi jangan diwajibkan dengan menetapkan kemampuan-kemampuan tersebut sebagai syarat untuk bisa masuk sekolah, itu tidak boleh. Stimulasi juga tidak perlu dipaksakan," kata Musliar.

Selengkapnya »

MENAMBAH TINGGI BADAN SECARA ALAMI

0 komentar



Berikut ini ada beberapa cara untuk menambah tinggi badan secara alami, disamping ini juga, kebutuhan zat tumbuh seperti protein tentu merupakan sesuatu yang sangat penting.


Lari cepat jarak pendek (sprint)
Latihan ini bermanfaat meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kaki selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot.

Tetapi jangan terlalu sering melakukannya karena dapat menyebabkan pembengkakan pada otot dan tendon. Sprint dianjurkan pada permukaan alami seperti lantai atau rumput, bukan beton.

Menendang
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. Ulangi minimal 20 tendangan pada satu kaki dan kemudian beralih ke kaki yang lain. Lakukan latihan ini selama 20 kali, karena dapat memperpanjang tulang kering dan paha.

Lompat
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. Untuk memulai, lompat dengan satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali. Anda bisa beristirahat di sela latihan.

Bersepeda
Gerakan mengayuh sepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Lakukanlah selama sekitar 10-15 menit. Anda juga dapat menggunakan sepeda statis atau stationary cycle.

Berenang
Olahraga satu ini memang sangat efektif untuk membuat tubuh fit dan lebih fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.

Lompat tali
Latihan ini sangat menyenangkan, apalagi jika Anda sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan sebanyak 300 kali setiap hari.

Berayun
Gunakan penahan atau ambang pintu yang tinggi. Anda dapat membelinya di toko peralatan olahraga. Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah tubuh senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali dalam sehari.

Free Hand
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakan di tingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8 -10 kali.

Tarik napas dan kembali memosisikan tangan. Lalu, angkat tumit sambil berdiri jinjit, hembuskan napas, ulangi 80-10 kali. Tarik napas dan angkat lengan terentang di atas kepala. Lalu ayunkan ke dalam dengan arah melingkar dan buang napas. Ulangi 80-10 kali.

SUMBER

Selengkapnya »